Leo Nababan: Watak Priyo Memang Begitu, Fahmi Idris Cs Saja Dikhianati

Ketua DPP Golkarnya Agung, Leo Nababan, bahkan tidak kaget dengan langkah Priyo. Terlepas dari hak pribadi, menurut Leo, karakter dan watak Priyo dari dulu memang begitu.
" Karakter dan wataknya dari dulu begitu, integritynya selalu kita pertanyakan," kata Leo, Sabtu (13/6) sore.
Leo kembali mengenang kejadian beberapa tahun lalu. Saat itu, Priyo bersama 7 kader Golkar lainnya, satu diantaranya Fahmi Idris terancam dipecat. Namun, Priyo selamat, sementara 7 lainnya dipecat dari keanggotaan partai.
" Dia yang selamat karena pagi-pagi datang nangis-nangis di rumah Akbar Tanjung, dia berkhianat sama yang 7 orang. Fahmi Idris dan lain-lain," jelas Leo.
Karenanya, Leo menyimpulkan, bahwa apa yang dilakukan Priyo dengan menghadiri Rapimnas Golkarnya Ical menunjukkan sosok aslinya. Untuk diketahui, Agung Laksono cs menolak menghadiri Rapimnas Ical dengan alasan pihaknya telah menggelar rapimnas beberapa waktu lalu.
" Saya sepakat dengan salah satu tokoh asing. Dia menyebutkan, saya lebih menghargai seekor anjing yang setia, daripada seorang pengkhianat," ketus Leo Nababan.
Alasan Priyo
Wakil Ketua Umum DPP Golkar Munas Ancol, Priyo Budi Santoso ternyata hadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-VIII yang diselenggarakan Golkar Munas Riau tanpa sepengetahuan Agung Laksono yang notabene ketua umum Munas Ancol.
Priyo mengaku, kehadirannya dalam rapimnas itu bertujuan untuk menghormati senior-senior Golkar seperti Jusuf Kalla atau BJ Habibie yang menginginkan islah terwujud di internal Golkar. Selain itu, Priyo juga mengaku kehadirannya tersebut atas undangan resmi ketua umum Partai Golkar Munas Riau Aburizal Bakrie. Priyo berpandangan, jika mengacu pada Munas Riau, maka dia menjabat sebagai ketua DPP Partai Golkar.
" Belum ada komunikasi dengan Pak Agung. Setelah ini saya beritahu. Saya lebih setuju kita bangun islah," kata Priyo kepada wartawan di sela-sela rapimnas yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (12/6).
Menurut Priyo, suasana menuju islah harus terus didorong. Tim dari kedua kubu yang berseteru pun sudah dibentuk. Silaturrahim kedua pihak, lanjut Priyo, juga harus terus dibangun.
" Ini suasananya membaik. Bisa saja pada rapat-rapat nasional lainnya, kita undang teman-teman sebelah untuk hadiri agenda rapat nasional kami," kata Priyo.
[ bin / rmol ]