Dosen UMSU Dibunuh Mahasiswanya Ketika Sedang Wudlu

https://kabar22.blogspot.com/2016/05/dosen-umsu-dibunuh-mahasiswanya-ketika.html
MEDAN, BL0KBERITA -- Nur Ain Lubis (63), dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidik (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tewas setelah ditikam mahasiswanya, Roymardo Sah Siregar (20) pada Senin (2/5/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban dibunuh saat sedang mengambil ambil air wudu.
Rina Wulandari, mahasiswi FKIP mengatakan, berdasarkan informasi dari sesama rekannya, Nur atau yang akrab disapa Bunda, dibunuh di kamar mandi ketika mau ambil air wudu.
" Aku enggak kenal pelakunya. Kawan-kawan bilang pelaku itu angkatan 2013. Jadi, Bunda mau ambil air wudu untuk Salat Asar. Tiba-tiba kami dengar Bunda berteriak menjerit dari kamar mandi," katanya di pelataran FKIP UMSU, Jalan Kapten Muktar Basri, Senin.
Selain itu, katanya, ada dugaan Roymardo telah mengikuti Nur sejak dari ruang dosen.
" Barangkali sudah diikuti. Makanya, tidak lama setelah Bunda masuk ke kamar mandi terdengar jeritan. Namun, pintu kamar mandi ditutup tangga. Setelah menikam, pelaku lari ke Fakultas Ekonomi," ujar perempuan berkulit sawo matang ini.
Ia mengatakan, belasan mahasiswa langsung mengejar Roymardo yang lari ke arah Fakultas Ekonomi. Mahasiswa sempat menggeroyok pelaku, sebelum petugas keamanan membawa Roymardo ke dalam kamar mandi.
" Sempat ramai. Polisi memang datang cepat, namun massa sudah ramai mau membunuh si pelaku. Makanya, sulit tadi mengamankan pelakunya," katanya.
Nilai Jelek
Sedangkan, mahasiswa lainnya, Doni menduga Roymardo dendam lantaran mendapat nilai jelek.
Menurut dia, pembunuhan itu merupakan akumulasi rasa kecewa pelaku, sehingga nekat melukai korban pakai senjata tajam.
Saat dibawa ke Rumah Sakit Imelda, Nur masih bernapas. Namun, ia sudah tidak sadarkan diri.
"Waktu di sini belum meninggal. Setiba di rumah sakit baru meninggal dunia. Saya dapat telepon dari kawan yang mengikuti bahwa Bunda sudah meninggal dunia," katanya.
Menurutnya, selama ini Nur dikenal sebagai dosen yang baik kepada mahasiswa. Dan, ia juga jarang memarahi mahasiswa.
Doni pun mengaku terkejut dengan pembunuhan tersebut walaupun menurut dia, pelaku memang dikenal sok jagoan di kampus.
"Sangat terkejut kami. Bunda ini mantan dekan. Makanya dikenal mahasiswa," ujarnya.
Pria berkaca mata ini berujar, Nur meninggal dunia lantaran mengalami luka tusuk di leher, tepat di tenggorokan serta luka sayat di bagian leher sebelah kanan. Dia menduga, pelaku sudah merencanakan aksinya karena sudah membawa pisau. (bin/tribun/kmps)