Ahok di Mata Amien Rais: Jangankan Presiden, Jadi Gubernur Saja Kurang Pantas I

https://kabar22.blogspot.com/2016/04/ahok-di-mata-amien-rais-jangankan.html
BLOKBERITA -- Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menilai sikap Gubernur DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sangat arogan. Selain itu, Ahok
dinilai kerap menantang berbagi pihak bahkan terkesan meremehkan lembaga
negara dalam hal ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus RS
Sumber Waras.
Menghadiri acara pengukuhan dan serah terima jabatan (sertijab) pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Pala Temanggung, Minggu (24/4), Amien Rais menegaskan Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin.
" Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," kata dia dikutip dari Antara.
Menurut mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.
Dia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya. Dia pun khawatir jika Ahok kembali terpilih menjadi gubernur DKI, mantan Bupati Belitung Timur tersebut akan berkelakuan bengis, beringas, dan menghina bangsa Indonesia.
" Kalau saya orang Jakarta, pasti akan turun gunung, sayang saya orang Yogyakarta," tandasnya.
Ahok: Mungkin Dia Sudah Pikun
Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menilai Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama tidak layak menjadi seorang pemimpin, karena arogan dan terkesan meremehkan lembaga negara.
Terkait penilaian itu, Amien Rais dinilai tidak konsisten.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok mengingatkan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais terkait penghargaan yang pernah diberikan kepada dirinya sebagai Aktor Demokrasi yang sesungguhnya.
" Amien Rais gimana ya, orang tua ya, kita hargailah, tapi saya ingatkan tahun 2006 akhir, waktu saya jadi bupati, dia kasih saya penghargaan sebagai Aktor Demokrasi sesungguhnya," kata Ahok di Jakarta, Senin (25/6).
Ahok mengatakan, saat itu Amien Rais memberikannya pin emas di Ancol dengan menggunakan pengawalan, karena Amien Rais baru selesai menjabat sebagai Ketua MPR RI.
Gubernur mengatakan Amien Rais memberikan penghargaan dan kemudian bilang 'saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu' dan dikasih pin emas. 'Coba kamu ingatkan lagi mungkin dia sudah pikun,' kata Ahok.
Hal tersebut terkait pernyataan Amien Rais menilai sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sangat arogan, senang menantang berbagai pihak, bahkan terkesan meremehkan lembaga negara, termasuk BPK terkait kasus RS Sumber Waras.
Amien di Temanggung, Minggu (24/4) mengatakan Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin karena sikapnya kerap "nyeleneh" dan memicu timbulnya kontroversi.
" Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," katanya saat menghadiri pengukuhan dan sertijab pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Pala Temanggung.
Menurut dia tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.
Ia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya.
[ bass / merdeka ]
Menghadiri acara pengukuhan dan serah terima jabatan (sertijab) pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Pala Temanggung, Minggu (24/4), Amien Rais menegaskan Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin.
" Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," kata dia dikutip dari Antara.
Menurut mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.
Dia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya. Dia pun khawatir jika Ahok kembali terpilih menjadi gubernur DKI, mantan Bupati Belitung Timur tersebut akan berkelakuan bengis, beringas, dan menghina bangsa Indonesia.
" Kalau saya orang Jakarta, pasti akan turun gunung, sayang saya orang Yogyakarta," tandasnya.
Ahok: Mungkin Dia Sudah Pikun
Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menilai Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama tidak layak menjadi seorang pemimpin, karena arogan dan terkesan meremehkan lembaga negara.
Terkait penilaian itu, Amien Rais dinilai tidak konsisten.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok mengingatkan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais terkait penghargaan yang pernah diberikan kepada dirinya sebagai Aktor Demokrasi yang sesungguhnya.
" Amien Rais gimana ya, orang tua ya, kita hargailah, tapi saya ingatkan tahun 2006 akhir, waktu saya jadi bupati, dia kasih saya penghargaan sebagai Aktor Demokrasi sesungguhnya," kata Ahok di Jakarta, Senin (25/6).
Ahok mengatakan, saat itu Amien Rais memberikannya pin emas di Ancol dengan menggunakan pengawalan, karena Amien Rais baru selesai menjabat sebagai Ketua MPR RI.
Gubernur mengatakan Amien Rais memberikan penghargaan dan kemudian bilang 'saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu' dan dikasih pin emas. 'Coba kamu ingatkan lagi mungkin dia sudah pikun,' kata Ahok.
Hal tersebut terkait pernyataan Amien Rais menilai sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sangat arogan, senang menantang berbagai pihak, bahkan terkesan meremehkan lembaga negara, termasuk BPK terkait kasus RS Sumber Waras.
Amien di Temanggung, Minggu (24/4) mengatakan Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin karena sikapnya kerap "nyeleneh" dan memicu timbulnya kontroversi.
" Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," katanya saat menghadiri pengukuhan dan sertijab pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Pala Temanggung.
Menurut dia tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.
Ia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya.
[ bass / merdeka ]