Carl Cook, Milyarder yang Gemar Beramal

https://kabar22.blogspot.com/2015/05/carl-cook-milyarder-yang-gemar-beramal.html
BLOKBERITA -- Kendati menyandang status miliarder, sosok Carl Cook jarang tampil di hadapan publik. Memiliki harta mencapai US$ 6,7 miliar, Carl dikenal sebagai miliarder asal Indiana, Amerika Serikat (AS) yang tertutup dan jarang terekspos media.
Cerita soal lika-liku kehidupan Carl hanya terungkap di buku biografi sang ayah, William "Bill" Cook karya Bob Hammel. Dalam buku tersebut, Carl dikisahkan bahwa Carl lahir pada Agustus 1962. Lima minggu setelah ulang tahun pertamanya, atau tepatnya pada 1 Juli 1963, Cook Inc berdiri. Dengan kata lain, Carl kecil tidak tumbuh bergelimpangan harta sang ayah lantaran perusahaan warisan baru saja berdiri.
Carl tumbuh sebagai seorang anak yang dibesarkan dengan prinsip mandiri dan bekerja keras. Sang ibu, Gayle Cook mengungkapkan, anak semata wayangnya tersebut tidak pernah diantarkan ke sekolah agar mandiri.
Carl bahkan memulai masa remajanya dengan bekerja sebagai buruh pabrik. Carl bekerja di sebuah perusahaan konstruksi milik Pritchett Bros, partner bisnis Bill Cook. "Saya dan anak-anak Pritchett bekerja sebagai buruh di Pritchett Constuction," kenang Carl.
Di usia baru 13 tahun, Carl bekerja sebagai buruh yang bertugas membongkar, menyapu, dan menyekop pasir di proyek perbaikan Graham Hotel. "Itu sangat menyenangkan. Kami melakukan pembongkaran dan saya menjalankan elevator manual," terang Carl.
Masa lalu yang sederhana itulah yang membuat Carl tumbuh menjadi sosok yang tak terlalu suka gaya hidup glamor dan mewah. Pengalaman bekerja keras sejak kecil menjadikan Carl sosok miliarder yang doyan berbuat amal.
Carl tercatat aktif menjadi petinggi sekaligus donatur di berbagai lembaga amal. Misal, di organisasi Rose-Hulman Rose-Hulman Institute of Technology. Carl sendiri sudah menjabat sebagai dewan pembina sejak 2009 dan telah terlibat dalam berbagai proyek untuk meningkatkan kesempatan anak-anak di Indiana mendapatkan pendidikan layak.
Dia pernah menyumbangkan dana senilai US$ 500.000 kepada Rose-Hulman untuk membantu pendirian Laboratorium Penelitian Bioscience William Alfred yang memiliki luas 1.350 persegi. Mengutip Indiana Business, Carl Cook juga pernah menyumbang US$ 15 juta kepada Indiana University (IU) di tahun
Ini adalah donasi terbesar yang pernah diterima IU. Dana jumbo itu Carl sumbang untuk pembangunan fasilitas olahraga basket di IU. Sebagai balasan, gedung olahraga tersebut diberi nama "Cook Hall".
Kegiatan amal Carl juga tak lepas dari bidang bisnis kesehatan yang digeluti. Melalui Cook Medical Charitable Donations, Grants, and Sponsorship, Carl membiayai sejumlah proyek inovasi yang terkait pengembangan di bidang kesehatan.
Berbagai kegiatan amal dilakoni Carl di sela kesibukan sebagai CEO Cook Group yang mengharuskan dia kerap berpergian jauh untuk urusan bisnis. Sejatinya, kultur kepemimpinan yang sederhana dan berbuat amal Carl tidak lepas dari wasiat sang ayah.
Dalam buku biografi Bill Cook, sang ayah menilai, memimpin perusahaan berarti punya kewenangan untuk menetapkan kebijakan dan bertemu orang-orang yang baik untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. " Saya bisa saja mengambil alih perusahaan dan membawa lari uangnya. Tapi jika begitu, saya akan meninggalkan banyak orang tanpa pekerjaan," ujar Carl.
Yang pasti, kendati hobi berbuat amal, kekayaan Carl terus meningkat. Per Mei 2015, hartanya mencapai US$ 6,7 miliar atau terkaya ke-72 di Amerika Serikat.
[ bmw / kontan ]
Cerita soal lika-liku kehidupan Carl hanya terungkap di buku biografi sang ayah, William "Bill" Cook karya Bob Hammel. Dalam buku tersebut, Carl dikisahkan bahwa Carl lahir pada Agustus 1962. Lima minggu setelah ulang tahun pertamanya, atau tepatnya pada 1 Juli 1963, Cook Inc berdiri. Dengan kata lain, Carl kecil tidak tumbuh bergelimpangan harta sang ayah lantaran perusahaan warisan baru saja berdiri.
Carl tumbuh sebagai seorang anak yang dibesarkan dengan prinsip mandiri dan bekerja keras. Sang ibu, Gayle Cook mengungkapkan, anak semata wayangnya tersebut tidak pernah diantarkan ke sekolah agar mandiri.
Carl bahkan memulai masa remajanya dengan bekerja sebagai buruh pabrik. Carl bekerja di sebuah perusahaan konstruksi milik Pritchett Bros, partner bisnis Bill Cook. "Saya dan anak-anak Pritchett bekerja sebagai buruh di Pritchett Constuction," kenang Carl.
Di usia baru 13 tahun, Carl bekerja sebagai buruh yang bertugas membongkar, menyapu, dan menyekop pasir di proyek perbaikan Graham Hotel. "Itu sangat menyenangkan. Kami melakukan pembongkaran dan saya menjalankan elevator manual," terang Carl.
Masa lalu yang sederhana itulah yang membuat Carl tumbuh menjadi sosok yang tak terlalu suka gaya hidup glamor dan mewah. Pengalaman bekerja keras sejak kecil menjadikan Carl sosok miliarder yang doyan berbuat amal.
Carl tercatat aktif menjadi petinggi sekaligus donatur di berbagai lembaga amal. Misal, di organisasi Rose-Hulman Rose-Hulman Institute of Technology. Carl sendiri sudah menjabat sebagai dewan pembina sejak 2009 dan telah terlibat dalam berbagai proyek untuk meningkatkan kesempatan anak-anak di Indiana mendapatkan pendidikan layak.
Dia pernah menyumbangkan dana senilai US$ 500.000 kepada Rose-Hulman untuk membantu pendirian Laboratorium Penelitian Bioscience William Alfred yang memiliki luas 1.350 persegi. Mengutip Indiana Business, Carl Cook juga pernah menyumbang US$ 15 juta kepada Indiana University (IU) di tahun
Ini adalah donasi terbesar yang pernah diterima IU. Dana jumbo itu Carl sumbang untuk pembangunan fasilitas olahraga basket di IU. Sebagai balasan, gedung olahraga tersebut diberi nama "Cook Hall".
Kegiatan amal Carl juga tak lepas dari bidang bisnis kesehatan yang digeluti. Melalui Cook Medical Charitable Donations, Grants, and Sponsorship, Carl membiayai sejumlah proyek inovasi yang terkait pengembangan di bidang kesehatan.
Berbagai kegiatan amal dilakoni Carl di sela kesibukan sebagai CEO Cook Group yang mengharuskan dia kerap berpergian jauh untuk urusan bisnis. Sejatinya, kultur kepemimpinan yang sederhana dan berbuat amal Carl tidak lepas dari wasiat sang ayah.
Dalam buku biografi Bill Cook, sang ayah menilai, memimpin perusahaan berarti punya kewenangan untuk menetapkan kebijakan dan bertemu orang-orang yang baik untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. " Saya bisa saja mengambil alih perusahaan dan membawa lari uangnya. Tapi jika begitu, saya akan meninggalkan banyak orang tanpa pekerjaan," ujar Carl.
Yang pasti, kendati hobi berbuat amal, kekayaan Carl terus meningkat. Per Mei 2015, hartanya mencapai US$ 6,7 miliar atau terkaya ke-72 di Amerika Serikat.
[ bmw / kontan ]