Sekjen KOI Jadi Tersangka Korupsi Asian Games 2018

BLOKBERITA, JAKARTA -- Belum juga Asian Games 2018 dimulai, sudah ada temuan indikasi penyelewengan dana. Hal itu termuat dalam Surat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bernomor B/6906/XI/2016/Dit Reskrimsus kepada Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tertanggal 22 November lalu.
Dalam surat itu dijelaskan bahwa kepolisian sedang melakukan penyidikan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait kegiatan Carnaval Road to Asian Games 2018 di Kota Surabaya.
Di dalamnya dijelaskan bahwa ada indikasi penyalagunaan anggaran Kementerian Pemuda dan Olah Raga Tahun Anggaran 2015 untuk kegiatan yang diselenggarakan KOI tersebut. Guna kepentingan penyidikan, Ketua KOI diminta agar menghadapkan Sekretaris Jenderal KOI Dodi Iswandi untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Pemeriksaan tersebut, berdasarkan surat yang ditandatangani Kasubdit V Korupsi Direktur Reserse Krimal Khusus, AKBP Ferdy Irawan, sudah terjadi pada 24 November 2016 lalu.
Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Maddang saat dihubungi pada Minggu 4 Desember 2016 membenarkan adanya surat tersebut dan KOI sangat menghargai proses hukum yang saat ini dijalani Dodi. 


"Saat ini yang bersangkutan telah mengajukan cuti sebagai Sekjen KOI per 1 Desember lalu guna menjalani proses hukum. Biarkan dia menyelesaikan persoalannya dulu hingga tidak mengganggu kinerjanya di KOI," katanya.
Menurutnya, kasus tersebut tidak akan mengganggu jalannya proses kerja KOI maupun Kepanitiaan Asian Games, INASGOC. Pasalnya, ujar Muddai, hal tersebut tidak ada hubungannya secara kelembagaan.
Dalam Carnaval Road to Asian Games 2018 beberapa waktu lalu, KOI melakukan sosialisasi pelaksanaan multieven terbesar di Asia tersebut di enam kota yakni Surabaya, Medan, Makassar Bandung, Palembang, dan Jakarta dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 61,3 miliar.
Sebelumnya, Komisi X DPR RI telah mencurigai adanya permainan dalam penggunaan dana sosialisasi tersebut dan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Dari hasil dari penelusuran itu, ada potensi kerugian negara mencapai Rp 40 miliar.

[ bmw / pr ]
View

Related

SPORT 5286189124943894055

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Ketum PPP, Romahurmuziy Terjaring OTT KPK di Jatim

BLOKBERITA, JAKARTA -- Ketua Umum PPP Romahurmuziy terkena operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Seperti dikutip Antara, penangkapan dilakukan di Kantor Wilayah Kemente...

Ruang Kerja Menag dan Sekjen Kemenag di Segel KPK

BLOKBERITA, JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel dua ruangan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019). Salah satu ruangan yang disegel adalah ruang Mente...

Teroris di Masjid Selandia Baru sudah Rencanakan 3 Bulan Sebelumnya

BLOKBERITA, CHRISTCHURCH -- Pelaku teror di masjid Selandia baru, Brenton Tarrant ternyata sudah merencanakan jauh hari 3 bulan sebelumnya untuk melakukan aksinya di Masjid Al Noor, Christchurch, Se...

Terjerat Narkoba, Andi Arief akan Mundur dari Partai Demokrat

BLOKBERITA, JAKARTA --  Andi Arief terjerat kasus narkoba dan hingga kini masih menjalani proses hukum. Atas kasusnya itu, Andi mengajukan pengunduran diri dari jabatan Wase...

Sebaris Prosa Apologi Sri Mulyani: Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang

BLOKBERITA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab tudingan terhadap dirinya dan pemerintah umumnya terutama soal utang. Isu ini mencuat menjelang Pilpres yang digelar April mendatang. Kubu pena...

IHSG Menguat, Ditutup pada level 0,09%

BLOKBERITA, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mantap menguat pada awal perdagangan hari pertama di bulan Februari, Jumat (1/2/2019). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,54% ata...

Facebook

Quotes



















.

.

ads

loading...

Connect Us

loading...
item