Pemkot Padang Panjang Targetkan Kelulusan UN 100 Persen

"Target tersebut agar seluruh elemen yang berkompeten di bidang pandidikan bisa memacu semangat untuk menyukseskan UN mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)," kata Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Panjang, Mawardi di Padang Panjang, Selasa.
Selain itu, tambahnya, target tersebut juga dilihat dari persentase kelulusan dari tahun ke tahun. Karena selain kota bernuansa religi, Padang Panjang juga sebagai kota pendidikan.
"Salah satu program Pemkot Padang Panjang adalah menjadikan kota ini sebagai tujuan untuk menuntut ilmu bagi daerah yang ada di dalam maupun luar Sumbar, maka bagaimanpun juga kita harus menargetkan tingkat kelulusan 100 persen untuk memacu motivasi," ujarnya.
Dengan target yang cukup tinggi tersebut, ia mengaku, sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari dengan mengaplikasikan beberapa bentuk kegiatan yang bisa menunjang nilai setelah UN nanti.
"Untuk mematangkan para murid di setiap tingkatan sekolah kami telah melakukan berbagai kegiatan tambahan bagi para murid tersebut seperti, bimbel di luar jam belajar tatap pagi, bekerja sama dengan elemen terkait serta 'try out'," sebutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Padang Panjang, melalui Kepala Bidang SLTP/SLTA Herman menyebutkan dari segi pengawasan selama UN berlangsung pihaknya menerapkan sistem silang murni dari setiap sekolah. Dengan demikian siswa dari masing-masing sekolah tidak dikawal oleh guru sekolah yang bersangkutan.
"Kami memberlakukan ini guna terciptanya suasana yang kondusif selama UN berlangsung, serta tidak ada istilah KKN antara murid dengan guru," sebutnya.
Dengan adanya silang murni tersebut, lanjutnya, hasil yang didapat dari setiap siswa betul-betul murni atas kemampuannya sendiri. Ia juga menegaskan, apabila ada indikasi kecurangan antara murid dengan guru pengawas seperti memberitahukan kunci soal, maka Disdik tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada guru maupun siswa tersebut.
"Karena tidak tertutup kemungkinan, seorang guru pengawas akan bertepatan dengan saudaranya yang mengikuti ujian di salah satu sekolah di Kota Padang Panjang ini," tambahnya.
UN tahun ajaran 2014/2015 ini akan diikuti sebanyak 3.012 orang yang terdiri dari 1.580 siswa SMP/sederajat dan 1.432 siswa SLTA/sederajat.
"Mudahan-mudahan target yang dipasang bisa mencerdaskan anak bangsa dan menjadikan Padang Panjang sebagai kota pendidikan bisa tercapai," harapnya.